Kamis, 20 Januari 2011

HK G36

G36
800px-G36bw.jpg
Senapan G36
Tipe Senapan serbu
Negara asal Jerman
Sejarah pemakaian
Masa penggunaan 1995-sekarang
Digunakan oleh Jerman, Meksiko, Portugal, Spanyol, Indonesia, Malaysia, Singapura
Sejarah produksi
Tahun 1990
Produsen Heckler & Koch
Diproduksi 1995–

Spesifikasi


Magazen 5.56 × 45 mm NATO
Mekanisme Operasi gas, bolt berputar
Rata² tembakan 750 butir/menit
Kecepatan peluru 920 m/s
Jarak efektif 200 m - 800 m (tertulis pada bidikan)
Amunisi Magazen box 30-butir,
Magazen drum C-Mag 100-butir
Alat bidik Bidikan reflex 3x (1,5x pada versi ekspor)
Heckler & Koch G36 adalah senapan serbu yang dirancang pada tahun 1990-an oleh perusahaan senjata Jerman Heckler & Koch. Senapan ini adalah senapan utama Angkatan Bersenjata Jerman, dan varian-variannya juga digunakan oleh satuan kepolisian dan militer lainnya.

Sejarah

Heckler & Koch (HK) mulai merancang G36 pada tahun 1990, ketika itu Bundeswehr meminta HK untuk membuat senapan baru untuk menggantikan senapan yang sudah dipakai sejak tahun 1950-an, senapan tempur 7.62 × 51 mm G3. Sebelumnya dua rancangan HK sempat ditolak pada tahun 1980-an, yaitu senapan revolusioner G11 dan senapan konvensional G41.
Untuk senapan baru mereka HK50 (Proyek 50), HK mengikuti fitur-fitur yang terdapat pada sejumlah desain sebelumnya, dan juga membuat beberapa inovasi baru, berdasarkan pengalaman perancangan senjata-senjata sebelumnya, antara lain HK36, VP70, dan G11. Sistem penembaknya mirip AR-18 ArmaLite, yang menggunakan operasi gas piston pendek, dan bolt berputar Johnson/Stoner.

 Pemakai

Senapan G36 telah menjadi senjata utama bagi Bundeswehr sejak tahun 1995 dan telah digunakan juga oleh Angkatan Darat Spanyol sejak tahun 1999. Pada akhir tahun 1990-an, sejumlah kecil G36 dibeli oleh Angkatan Darat Inggris untuk pengetesan sebagai pengganti L85A2, namun keputusannya belum ditentukan. G36 juga dipakai oleh sejumlah satuan kepolisian di Eropa, antara lain, Unit Reaksi Bersenjata Kepolisian Inggris, RAID dan GIGN Perancis, Bundespolizei (Polisi Federal Jerman), Garda Republik Nasional Portugis, kepolisian Belanda, dan unit anti-teroris kepolisian Polandia serta di Malaysia oleh Grup Gerak Khas Angkatan Darat Malaysia dan Pasukan Gerak Khas Anti-teror Kepolisian Kerajaan Malaysia. Di Indonesia, H&K G36 juga digunakan oleh Kopassus & Denjaka.

 


G36C, versi pendek dari G36.

Alat bidik pada G36.
G36 dibuat dengan tiga varian utama, yaitu G36, G36K (kurz: pendek), dan G36C (compact/commando). Varian keempat adalah senapan SL8 yang dirancang khusus untuk pasar senjata sipil Amerika Serikat. Walaupun mekanisme SL8 hampir serupa dengan G36, SL8 dibuat tidak memiliki kemampuan menembak full-otomatis. Lubang magazennya juga dirancang agar tidak bisa menerima magazen kapasitas besar 30-butir. Gagangnya diganti dengan gagang popor berlubang, dan bidikan teleskop reflexnya diganti dengan bidikan besi biasa. Varian kelima adalah senapan mesin ringan LMG36 (Light Machine Gun), yaitu G36 standar dengan laras yang lebih berat, bipod, dan magazen drum 100-butir.


Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat



Gedhong Kaca, Museum Hamengku Buwono IX Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat
Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Keraton Yogyakarta merupakan istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang kini berlokasi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Walaupun kesultanan tersebut secara resmi telah menjadi bagian Republik Indonesia pada tahun 1950, kompleks bangunan keraton ini masih berfungsi sebagai tempat tinggal sultan dan rumah tangga istananya yang masih menjalankan tradisi kesultanan hingga saat ini. Keraton ini kini juga merupakan salah satu objek wisata di Kota Yogyakarta. Sebagian kompleks keraton merupakan museum yang menyimpan berbagai koleksi milik kesultanan, termasuk berbagai pemberian dari raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, dan gamelan. Dari segi bangunannya, keraton ini merupakan salah satu contoh arsitektur istana Jawa yang terbaik, memiliki balairung-balairung mewah dan lapangan serta paviliun yang luas.
Keraton Yogyakarta mulai didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I beberapa bulan pasca Perjanjian Giyanti di tahun 1755. Lokasi keraton ini konon adalah bekas sebuah pesanggarahan yang bernama Garjitawati. Pesanggrahan ini digunakan untuk istirahat iring-iringan jenazah raja-raja Mataram (Kartasura dan Surakarta) yang akan dimakamkan di Imogiri. Versi lain menyebutkan lokasi keraton merupakan sebuah mata air, Umbul Pacethokan, yang ada di tengah hutan Beringan. Sebelum menempati Keraton Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono I berdiam di Pesanggrahan Ambar Ketawang yang sekarang termasuk wilayah Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman
Secara fisik istana para Sultan Yogyakarta memiliki tujuh kompleks inti yaitu Siti Hinggil Ler (Balairung Utara), Kamandhungan Ler (Kamandhungan Utara), Sri Manganti, Kedhaton, Kamagangan, Kamandhungan Kidul (Kamandhungan Selatan), dan Siti Hinggil Kidul (Balairung Selatan). Selain itu Keraton Yogyakarta memiliki berbagai warisan budaya baik yang berbentuk upacara maupun benda-benda kuno dan bersejarah. Di sisi lain, Keraton Yogyakarta juga merupakan suatu lembaga adat lengkap dengan pemangku adatnya. Oleh karenanya tidaklah mengherankan jika nilai-nilai filosofi begitu pula mitologi menyelubungi Keraton Yogyakarta.

Tugu, salah satu mitos keistimewaan kota Jogja




Tugu Jogja atau yang lebih di kenal sebagai Tugu Malioboro ini mempunyai nama lain Tugu Golong Gilig atau Tugu Pal Putih (white paal) merupakan penanda batas utara kota tua Jogja. Tugu Jogja bukanlah tugu sembarang tugu , tapi tugu jogja ini adalah tugu yang memiliki mitos yang sangat bersejarah dan sejuta misteri di dalamnya, sehingga menjadi salah satu keistimewaan yang dimiliki kota Jogja.

Tugu ini dibangun pada tahun 1755 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I, pendiri kraton Yogyakarta yang mempunyai nilai simbolis dan merupakan garis yang bersifat magis menghubungkan Laut Selatan, Kraton Jogja dan Gunung Merapi.
Spoiler for garis lurus tugu:
Pada saat awal berdirinya, bangunan ini secara tegas menggambarkan Manunggaling Kawula Gusti, semangat persatuan rakyat dan penguasa untuk melawan penjajahan. Semangat persatuan atau yang disebut golong gilig itu tergambar jelas pada bangunan tugu, tiangnya berbentuk gilig (silinder) dan puncaknya berbentuk golong (bulat), hingga akhirnya dinamakan Tugu Golong-Gilig. Keberadaan Tugu ini juga sebagai patokan arah ketika Sri Sultan Hamengku Buwono I pada waktu itu melakukan meditasi, yang menghadap puncak gunung Merapi. Bangunan Tugu Jogja saat awal dibangun berbentuk tiang silinder yang mengerucut ke atas, sementara bagian dasarnya berupa pagar yang melingkar, sedangkan bagian puncaknya berbentuk bulat. Ketinggian bangunan tugu golong gilig ini pada awalnya mencapai 25 meter.
Spoiler for Tugu Golong Gilig:

Kondisi Tugu Yogya ini berubah total pada 10 Juni 1867, di mana saat itu terjadi bencana alam gempa bumi besar yang mengguncang Yogyakarta, yang membuat bangunan tugu runtuh. Runtuhnya tugu karena gempa inilah yang membuat keadaan dalam kondisi transisi karena makna persatuan benar-benar tak tercermin pada bangunan tugu.

Pada tahun 1889, keadaan Tugu benar-benar berubah, saat pemerintah Belanda merenovasi seluruh bangunan tugu. Kala itu Tugu dibuat dengan bentuk persegi dengan tiap sisi dihiasi semacam prasasti yang menunjukkan siapa saja yang terlibat dalam renovasi itu. Bagian puncak tugu tak lagi bulat, tetapi berbentuk kerucut yang runcing. Ketinggian bangunan pun menjadi lebih rendah, yakni hanya setinggi 15 meter atau 10 meter lebih rendah dari bangunan semula. Sejak saat itulah, tugu ini disebut sebagai De Witt Paal atau Tugu Pal Putih. Perombakan bangunan Tugu saat itu sebenarnya merupakan taktik Belanda untuk mengikis persatuan antara rakyat dan raja, namun melihat perjuangan rakyat dan raja di Yogyakarta yang berlangsung sesudahnya, akhirnya upaya tersebut tidak berhasil.

Senin, 17 Januari 2011

AirSoftGun


Merupakan olahraga menembak
dengan mensimulasikan kegiatannya seperti militer atau kepolisian dengan menggunakan replika senjata api (1 : 1) yang disebut AirSoft Gun. Olahraga ini bermula dari Jepang di awal 1980-an yang mana izin kepemilikan senjata api asli menjadi suatu larangan keras bagi warga negara.

Senjata Airsoft (Airsoft Gun) merupakan replika dari senjata asli dengan perbandingan 1 banding 1 (1:1) baik dalam berat maupun bentuk.

Peluru nya disebut BB (Ball Bearing) berupa bola-bola plastik kecil dan padat berukuran 6 mm dengan berat 0,12 - 0,25 gram. BB dengan berat 0,80 gram merupakan peluru yang penggunaannya khusus dan diawasi oleh pihak terkait.

Senjata Airsoft yang dijual bebas di Indonesia harus mempunyai kecepatan peluru BB maksimal 500 fps (feet per second) atau sekitar 150 mps (meter per second) dengan menggunakan BB maksimal 0,25 gram. Dengan kecepatan seperti itu, jika terkena mata akan dapat sangat merusak. Untuk itu, dalam permainan ini, setiap pemain harus memiliki alat pelindung berupa pakaian, sarung tangan, google (penutup mata), topeng (penutup wajah), dll.


Jenis Airsoft Gun
M16-A2
Merupakan senjata laras panjang standar tentara Amerika (US-ARMY). Variant awalya dipakai sejak perang Vietnam yang merupakan senjata laras panjang semi dan full-automatics yang dapat dipilih sesuai penggunaannya. M16 merupakan pengembangan dari senjata AR-15 menggunakan peluru caliber 5,56 mm. Senjata ini juga digunakan oleh negara-negara NATO, termasuk juga Indonesia dalam jumlah terbatas seperti yang dipakai oleh Brimob pada gambar diatas. 4 senjata laras panjang di atas berturut-turut adalah M16-A1, M16-A2, M4, dan M16-A4.

FN-FNC
FN FNC (Fabrique Nationale - Fabrique Nationale Carabine) merupakan senjata laras panjang buatan Belgia yang dibuat pertama kali di tahun 1970-an. Desain FN-FNC merupakan gabungan dari desain FN FAL, AK-47, M16, dan Galil. Peluru yang digunakan adalah kaliber 5,56 mm dan dapat menggunakan magazine (rumah peluru STANAG) dari M16 alias bisa saling tukaran. Licensi FN-FNC telah juga dijual ke negara Swedia, Bofors AK-5, dan Indonesia (dirubah namanya menjadi SS-1 (Senapan Serbu 1) dengan berbagai varian.

Jenis senjata Airsoft Gun lainnya
Hampir semua senjata api laras pendek dan panjang yang terkenal dan sering dipakai oleh angkatan bersenjata negara-negara, telah dijadikan senjata Airsoft Gun.
M1 Garand
M14
M16 A1
M16 A2
M16 A4
M4
M4-CQBR
MP5A4
XM177E2
MP5K-PDW
M870 BV
P226
M92FS Elite IA
M10 (2 inch)
M1911
M10 (4 inch)
Colt Python (4 inch)
ArmaLite
Heckler & Koch G36
Heckler & Koch MP5
FN P90
Kar98

dll (eeeh dll itu termasuk jenis senjata juga ya?)

SENJATA SERBU LARAS PANJANG BUATAN INDONESIA
SS 1 (Senapan Serbu 1 / Assault Rifle 1) buatan Indonesia
Jenis ini belum ada replika untuk Airsoft Gun. SS1 merupakan buatan PT. Pindad - Bandung - Indonesia. Merupakan gubahan berdasarkan lisensi yang dibeli dari FN-FNC yang disesuaikan dengan iklim dan kondisi Indonesia. Akurasinya lebih tinggi daripada M16 maupun AK-47. Tetapi daya tahan panas rendah setelah peluru dilontarkan, lebih rendah dari AK-47, lebih tinggi dari M16. Senjata SS1 buatan Indonesia digunakan juga di negara Mali, Cambodja, Nigeria, United Emirates Arab dalam jumlah terbatas sesuai permintaan ekspor senjata.

Varian SS1 series
SS1-V1
SS1-V2
SS1-V3
SS1-V4 (sniper)
SS1-V5 (small)
SS1-R5 Raider (dipakai Batalyon Raiders)
SS1-M1 (Angkatan Laut
SS1-M5 Commando
Sabhara/Police V1-V2
SBC-1 (gabungan SS1-V5 & SS1-R5 Raider)

SS2 series
Diproduksi sejak 2002 dan dipublikasikan di tahun 2005 untuk menggantikan senjata standar TNI dan Kepolisian yang lama yaitu SS1. Desainnya merupakan pengembangan dari Colt M16-A2 dan seri AK.

Varian SS2 series
SS2-V1
SS2-V1
SS2-V2
SS2-V4 (lihat gambar)
SS2-V5